| |
| |
SEGERA! |
|
|
|
DAPATKAN PAKET LENGKAP MENERBITKAN BUKU |
|

Helmi Y. | 12 Januari 2009
Banyak hal mengapa kita menyimpan pengalaman dan pemikiran ke dalam buku. Misalnya untuk “memperpanjang” usia, semangat berbagi, sarana menyampaikan ilmu, pembelajaran diri, kado spesial, prestise atau sebagai sumber penghasilan. Tetapi apa yang terjadi? Kerap tulisan Anda yang sudah di gadang-gadang sejak lama ternyata tak kunjung di terbitkan juga, bahkan tak tentu rimbanya.
Pernahkan terpikirkan untuk menerbitkan sendiri?
Wow… bagaimana caranya?
Yup, gampang sekali karena saat ini menerbitkan buku sendiri/self publishing sudah lazim. Apa lagi pemerintah sudah membuka pintu selebarnya untuk melakukan kegiatan super kreatif ini. Secara hukum kita tak lagi perlu SIUPP atau persyaratan rumit lain. Cukup dengan komitmen kuat, maka tulisan kita akan berubah menjadi sebuah buku…
Ada lima komitmen yang coba saya urai agar Anda benar-benar percaya betapa mudah menerbitkan buku sendiri.
1. Naskah dan Revisi Naskah
Persiapkan naskah dengan seobyektif mungkin. Walau Anda bebas menerbitkan apapun yang Anda miliki, sebaiknya kualitas tetap dinomorsatukan. Apalagi jika Anda mempunyai target best seller dari buku yang akan diterbitkan.
Meminta pendapat orang-orang terdekat atau berkonsultasi dengan penulis tak ada salahnya dilakukan. Diskusikan dengan intens apa kekurangan dan kelebihan naskah Anda. Jika perlu, jangan ragu untuk sedikit bekerja keras merevisi naskah setelah dikonsultasikan. Sementara untuk lembaga atau yayasan yang tidak berorientasi profit, biasanya memang lebih longgar kriterianya karena lebih pada kepentingan publikasi semata atau bahkan hanya untuk kalangan intern.
2. Desain dan Tata Letak
Setelah naskah benar-benar siap, proses selanjutnya adalah mendesain cover dan tata letak atau layout buku. Kesesuaian antara isi dan tampilan fisik buku tetap menentukan walau tidak mutlak. Membutuhkan sedikit kesabaran untuk menghasilkan tampilan yang maksimal. Jika desain cover dan tata letak dikerjakan oleh orang lain, lakukan komunikasi yang baik agar sang desainer mampu menangkap keinginan Anda. Namun perlu di sadari, kadang pada situasi tertentu bisa jadi Anda tidak mendapat apa yang Anda idealkan. Pasalnya, jika Anda benar-benar awam dengan dunia desain, biasanya desain yang diimajikan kurang proporsional ketika divisualisasikan ke dalam bentuk desain. Maka saling memberi saran dan masukan antara Anda dan deasiner perlu dilakukan demi mendekati kesempurnaan buku Anda kelak.
3. Biaya Penerbitan dan Menentukan Harga Jual
Dalam proses penerbitan buku mandiri, biaya produksi tak bisa dielakkan lagi. Bagi sebagian orang mungkin tidak terlalu bermasalah, namun pembiayaan harus tetap menjadi pertimbangan penting. Jadi diperlukan beberapa strategi untuk mengefesienkan pengeluaran biaya, terutama biaya cetak. Strategi yang lazim dipakai adalah spesifikasi buku yang tidak memboroskan. Ukuran buku standar adalah 14 x 21 cm, dengan rata-rata ketebalan antara 150-200 halaman, kertas cover 230 gram dan kertas isi HVS 70 gram. Satu lagi yang cukup signifikan dalam menekan biaya adalah oplah buku. Tidak seperti penerbit yang berpatok pada angka 3000 eksemplar, Anda bisa mencetak sesuai kemampuan. Misalnya mencetak 2000 atau bahkan cukup 1000 eksemplar saja. Setelah mengetahui biaya cetak serta biaya yang lain (desain cover, tata letak, editing, pengurusan ISBN, barcode dan promosi), maka kita sudah bisa menentukan harga jual buku secara pasti. Rumus harga jual buku adalah:
seluruh biaya produksi atau biasa disebut HPP (Harga Pokok Produksi) dibagi dengan jumlah oplah buku, lalu dikalikan lima, hasilnya adalah harga jual buku Anda. Contoh: HPP-nya total Rp15.000.000. Maka Rp15.000.000 dibagi jumlah cetak 2.000 eksemplar (ketemu harga produksi @ Rp7.500), maka Rp. 7.500 dikalikan lima = Rp37.500. Harga jual buku Anda di toko adalah Rp. 37.500.
4. Memilih Percetakan
Ada banyak percetakan yang telah menunggu naskah Anda, tetapi pastikan Anda memilih percetakan yang sudah berpengalaman dalam mencetak buku. Ini sangat menentukan hasil penjualan buku Anda. So, betapapun bagus karya Anda tapi jika kualitas cetak tidak standar (warna cover jelek, pemotongan buku tidak rapi, tidak di kemas plastik, lebih parah jika ada halaman hilang atau terbalik) maka hasilnya gampang ditebak: pembeli akan memilih buku lain!
5. Mendistribusikan Buku ke Toko-toko
Sebelum mencetak buku sebaiknya Anda sudah memiliki pilihan distributor yang akan mendistribusikan buku Anda ke berbagai toko di Indonesia. Dan sebagian besar menggunakan sistem konsinyasi (beli kredit atau pembayaran sesuai dengan jumlah buku yang laku). Pilihlah distributor yang mampu mendistribusikan buku secara nasional karena ini akan sangat menguntungkan Anda. Diskon biasanya berkisar antara 45-60 persen dari harga jual buku (diskon ini nanti dibagi antara distributor dengan toko buku). Setelah itu secara rutin, biasanya sebulan sekali, Anda akan mendapat laporan keuangan dari pihak distributor sekaligus transfer hasil penjualan. Sampai di sini, tugas Anda tinggal berdoa agar buku Anda menembus angka best seller!
Nah, menerbitkan buku sendiri… memang sangat-sangat mudah!!
[Helmi Y., penulis adalah editor, penulis buku, dan praktisi penerbitan mandiri. Bisa dihubungi via e-mail: helmi.barometer@gmail.com]
|
|
|