Karya dan Klien
Ummigroup
Femina Group
PT. I.B. Van Hoeve
Qultum Media
Enno Group
Bakmi Tebet
TIFA

Hubungi Kami
 
 
SEGERA!

Kirimkan Naskah Anda dan Terbitkan!

Tanpa ke Penerbit

Tanpa Berbelit

Proses
SANGAT CEPAT

DUNIA AKSARA (2) MODERN DAN GAUL DI PERPUS NEGERI


Perpus negeri tak lagi seram dan kaku seperti layaknya kantor pemerinah. Dengan koleksi yang ratusan ribu bahkan mencapai lebih dari sejuta, maka tak heran pengunjung mencapai 500 orang perhari. Tidak itu saja, buku yang tersaji pun penuh warna. Dari buku dokumen sejarah, referensi pendidikan, religi, umum hingga novel popular dan teranyar…

1,8 JUTA KOLEKSI
Sebanyak 1,8 juta buku dengan berbagai jenis koleksi, Perpustakaan Nasional Republik Indonesi rasanya tidak sulit untuk memenuhi keinginan pengunjungnya yang mencapai 500 orang perhari. Perpus untuk siswa, mahasiswa dan umum ini berdiri di Jalan Salemba Raya 28A, Jakarta Pusat dengan menyediakan tidak kurang dari 8 jenis koleksi. Mulai dari naskah dan buku abad 16, majalah terbitan dalam dan luar negeri, disertasi abad 18 sampai kini, peta, lukisan microfilm, mikrofis, braille, hingga koleksi audio visual berupa kaset, CD-ROM, CD, film dan kaset. Mengingat langka dan demi keamanan naskah yang ada, perpus nasional memakai sistim layanan tertutup. So, kalo kita berkunjung ke perpus ini kita cukup bilang pada petugasnya untuk membaca koleksi yang ada.

Fasilitas Perpus ini semakin lengkap dengan layanan Pusteling alias Perpustakaan elektronik keliling, sebuah bus dengan fasilitas internet yang secara berkala mengunjungi sekolah dan beberapa tempat di Jakarta. ”Dalam Pusteling ada sepuluh laptop untuk mengakses internet dan melihat CD koleksi Perpus,” tegas Sri Marganingsih, SH. Kabid layanan koleksi umum Perpus Nasional RI.

SANTAI, NYAMAN DAN MODERN
Perpustakaan Nasional yang satu ini baru saja diresmikan 30 Mei 2007 untuk pengunjung semua umur. Berada di Jalan Merdeka Selatan No. 2 Jakarta Pusat, setiap pengunjung bakal menikmati koleksi secara terbuka, artinya bisa memilih dan meminjam buku yang diinginkan. Perpus ini benar-benar ingin memberikan yang terbaik. “Koleksi semua disiplin ilmu, novel, pengetahuan umum, jurnal dan multi media,” ungkap Ratu Atibah, penanggung jawab perpus.

Koleksi yang tertata di dua lantai memang di desain untuk kenyamanan pembaca. Lantai pertama ada ruang keanggotaan, ruang multi media, koleksi karya umum dari berbagai cabang ilmu; manajemen, hukum, ekonomi, politik, pendidikan, sastra, sejarah, filsafat, psikologi, sains, dan koleksi lain. Lantai dua berisi referensi buku agama, kamus, ensiklopedi serta referensi lain. Ruang baca ada dilantai satu dan dua dengan ruang yang tertata apik, semua itu pasti bakal membuat betah berlama-lama untuk membaca. Buat pengunjung yang membawa laptop juga nggak perlu khawatir dengan kenyamanannya saat menyelesiakan tugas. Dalam waktu dekat, kecuali hari Senin, pintu perpus terbuka dari Selasa-Minggu, jam 09.00-17.00 WIB dan Minggu dari jam 09.00-14.00 WIB.

Agaknya perpus ini benar-benar ingin menyajikan kenyamanan untuk semua usia, termasuk anak-anak yang tersedia ruang bermain sekaligus koleksi buku. Sementara ruang multi media tersedia fasilitas audio visual.
Hmm, bersantai dan baca dengan fasilitas lengkap dan modern, tentu sangat mengasyikan…

GAUL DI PERPUS DIKNAS
Beberapa pembaca nampak sedang asyik membaca koleksi Perpustakaan Pendidikan Nasional atau perpus Diknas. Salah satu kemudian menuju sebuah ruang dan bergabung dengan temannya. Mereka ngobrol, menikmati alunan musik dan sesekali mencicipi makanan yang sudah dipesan.

Nah, itu sekilas pemandangan di Perpustakaan Diknas Gedung A. Lt. 1, Jalan Jendral Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat. Walau milik pemerintah, perpus Diknas ini memang benar-benar gaul dan jauh dari kesan “kantor kecamatan” yang serba formal.

Perpus Diknas yang populer dengan library@senayan memiliki 18.000 koleksi buku, 5000 koleksi audio visual seperti video, kaset, cd-rom, audio cp vcd, dvd, dan 100-an judul koleksi majalah, koran, tabloid dan jurnal, terbitan dalam maupun luar negeri, dengan menyediakan koleksi yang dipinjamkan dan koleksi baca di tempat. Di Perpus Diknas ini penyandang tuna netra juga memperoleh layanan karena tersedia bacaan dalam huruf Braille, bahkan bisa membaca teks yang dialihkan menjadi suara.

Tentang pembaca, mereka rasanya tidak akan pernah bosan, ini karena koleksi buku terus bertambah setiap bulan. Dan buku-buku lama akan disumbangkan untuk taman-taman bacaan di berbagai tempat yang sedang membutuhkan lebih banyak koleksi bacaan.

Dimuat majalah Annida Edisi 02-XVII
[Helmy, penulis adalah editor, penulis buku, dan praktisi penerbitan mandiri. Bisa dihubungi via email: helmy.barometer@gmail.com]
BAROMETER MEDIA
  • Gerakan Sejuta Buku untuk Negeriku
  • Kiat Jitu Menerbitkan Buku Sendiri
  • SELF PUBLISHING, GAMPANG, IDEALIS DAN BUKA PELUANG BISNIS
  • Menulis, Tradisinya Orang Hebat dan Modern
  • Lima Langkah Mudah Menulis Buku
  • DUNIA AKSARA (1) TEMPAT NONGKRONG ASYIK DI JOGJA
  • DUNIA AKSARA (2) MODERN DAN GAUL DI PERPUS NEGERI
  • DIK DOANK, Isyarat yang Tersurat dan Mampu Tergurat
  • BENNI RUSWANDI, Karena Buku Menginspirasi Saya
PARIWARA

Copyright ® 2009 Barometerbooks.com