Karya dan Klien
Ummigroup
Femina Group
PT. I.B. Van Hoeve
Qultum Media
Enno Group
Bakmi Tebet
TIFA

Hubungi Kami
 
 
SEGERA!

Kirimkan Naskah Anda dan Terbitkan!

Tanpa ke Penerbit

Tanpa Berbelit

Proses
SANGAT CEPAT

Menulis, Tradisinya Orang Hebat dan Modern


Helmi Y.| 09 April 2009

Merekam dunia nyata ke dalam rangkaian tulisan sama sekali tidak mensyaratkan kepakaran bidang tertentu; harus seorang sastrawan, ilmuwan, atau jurnalis. Justru kompleksitas lakon hidup lah yang memantik kita untuk menulis. Temanya bebas, apapun yang kita alami, amati, lihat, dan kita dengar. Selebihnya, sang tulisan itu akan menjadi duta untuk mewakili ide dan gagasan dalam pikiran kita; biarlah ia menjelajah ruang dan waktu tanpa batas dan tidak bisa kita batasi!
Mengukir Keabadian
Tulisan dan menulis harus diakui sebagai budaya yang memiliki peran sangat penting karena telah merubah manusia di muka bumi ini menjadi manusia-manusia cerdas. Bahkan, peran sebuah tulisan telah menjadi pemisah dua zaman besar: nirleka alias prasejarah dengan sejarah, era kegelapan dengan era pencerahan sebuah peradaban.
Menilik ke-3.000 tahun SM, bangsa Sumeria dengan rajanya, Hammurabi, ternyata telah berhasil menuangkan Codex Hammurabi (undang-undang tertulis pertama di dunia). Undang-undang ini ditulis pada sebuah tugu batu bersegi delapan dengan ketinggian 20 meter terdiri dari 282 bab. Codex Hammurabi berisi tentang hukum pidana, perdata, perdagangan, serta hak dan kewajiban rakyat terhadap negara. Orang-orang Yunani tak ketinggalan menorehkan sejarah sejak 6 abad sebelum masehi. Filsafat, matematika, kesenian, astronomi, kedokteran, musik dan politik mencapai puncaknya. Mereka mewariskan catatan sebagai embrio berbagai ilmu, dan juga catatan dalam arti sesungguhnya; Plato menulis ajaran Socrates sehingga kita bisa merangkai beberapa informasi tentang kehidupan, keyakinan dan karakter guru besarnya.
Sementara rekam jejak penulisan bangsa Indonesia bisa ditemukan dihampir seluruh kerajaan yang pernah ada. Tulisan telah menjadi jembatan antar waktu yang sangat akurat. Dan kita bisa tahu bagaimana kegemilangan Majapahit. Inilah yang tertuang dalam kitab Negarakertagama tulisan Mpu Prapanca (1365 M.)
Terimakasih Para Kreator!
Saat ini, dengan revolusi cetak yang dirintis oleh Gutenberg di Eropa, mencetak tulisan tak perlu makan waktu bertahun-tahun. Teknologi temuan Gutenberg ini menjadi kolaborasi yang apik karena mampu memproduksi sebuah karya hingga ribuan eksemplar dalam waktu sangat cepat. Mmm… semua ini pasti tak pernah terbayang dalam pikiran Mpu Prapanca dari Majapahit; bahwa 700-an tahun kemudian kita bisa mencetak kitabnya secara cepat dan massal…
Menulis memang sebuah tradisi sangat kuno di muka bumi ini. Namun tak bisa disangkal bahwa tulisan dan menulis akan terus ada dari zaman-ke zaman dan masih sangat relevan sebagai standar modernitas dari masanya.
Kita pun patut berterimakasih pada kreator 26 symbol huruf a-z yang mengantarkan kita pada budaya tulis. Sebelum akhirnya kita bisa mencetak sejarah melalui dunia kata untuk puluhan, ratusan, bahkan ribuan tahun setelahnya!
[Helmi Y., penulis adalah editor, penulis buku, dan praktisi penerbitan mandiri. Bisa dihubungi via e-mail: helmi.barometer@gmail.com]
BAROMETER MEDIA
  • Gerakan Sejuta Buku untuk Negeriku
  • Kiat Jitu Menerbitkan Buku Sendiri
  • SELF PUBLISHING, GAMPANG, IDEALIS DAN BUKA PELUANG BISNIS
  • Menulis, Tradisinya Orang Hebat dan Modern
  • Lima Langkah Mudah Menulis Buku
  • DUNIA AKSARA (1) TEMPAT NONGKRONG ASYIK DI JOGJA
  • DUNIA AKSARA (2) MODERN DAN GAUL DI PERPUS NEGERI
  • DIK DOANK, Isyarat yang Tersurat dan Mampu Tergurat
  • BENNI RUSWANDI, Karena Buku Menginspirasi Saya
PARIWARA

Copyright ® 2009 Barometerbooks.com